Wednesday, 10 September 2014

The Garcias in Adventure to Pelaruga

yahhuuuuu.....
i'm back
after took my hiatus time, finally i'm back saudara-saudara
this time i will bring new story.
yup, as the title The Garcias in Adventure to Pelaruga
take a time to read.

Minggu, 24 Agustus 2014
Pada hari minggu ku turut ayah ke kota tanggal 24 agustus 2014 The Garcias akhirnya jalan-jalan loh, dan bagian yang paling dari ini semua, kami bukan pergi ke pantai seperti biasanya haha
kenapa seperti biasa, ya karena biasa kalau pergi emang paling jauh ke pantai hahaha miris!
Kali ini kami pergi ke Pelaruga (?) ga yakin itu beneran nama tempatnya apa bukan.
ya begitulah kira-kira. Next.
Jadi sesuai yang direncanakan dari jaman sebelum Doraemon kehilangan kupingnya, maka jadilah hari minggu itu kami berangkat.
Kami - aku, lele,melisah, mas ita, wani (temennya melisah), anju, andi, juju, dian, dani,rahmat,mudi, shandi- kumpul dirumah andi, sekitar pukul 10.00am kami berangkat menuju Pelaruga yang terletak di Desa Rumah Galuh Kec. Sei Bingei Kab. Langkat.

Kami bersebelas orang berangkat dari medan, dian dan anju cie-cie yang katanya pacaran menunggu kami di BSM (Binjai Super Mall), jadilah kami berpencar-pencar menuju BSM. Padahal berangkatnya bareng, eh tiba dijalan gatau deh kenapa bisa pencar-pencar, tapi banyak jalan menuju Roma, begitu juga dengan BSM haha

Setelah kumpul semua bertigabelas, kami langsung berangkat, setelah menunggu ban kereta Lele dan Wani ditambal dan diskusi panjang kali lebar mengenai biaya dan jalan menuju pelaruga.
Jalan menuju pelaruga????
Iya, jalan menuju pelaruga.
Karna tidak satupun dari kami yang pernah kesana, maka jadilah bermodalkan peta sekecil upil yang dibawa Dian yang entah dari mana didapatnya jadi petunjuk kami.

Sepanjang perjalanan, Mudi yang memimpin perjalanan karena dia yang memegang peta yang sebesar upil tadi.
DAN BAGIAN YANG PENTING DARI SEMUA INI, dengan segenap jiwa dan raga saya bersumpah bahwasanya dari awal masuk simpang Namu Ukur kami udah ditawar (?) pemandu yang menawarkan dirinya sendiri.
Sebentar, kok jadi ribet gitu bahasanya hahaha 
Jadi gini, nanti bakal banyak Warga Setempat yang menawarkan jasa untuk menjadi pemandu jalan/Guide/Ranger.
Ranger loh ya bukan Power Ranger.

Tempatnya masih dipedalaman, dengan naik turun bukit dan jalan yang berkelok dengan pohon-pohon disepanjang perjalanan dan juga jurang-jurang, menuju tempat memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit.
Di tengah perjalan kami dihentikan oleh warga setempat (lagi lagi warga setenpat) yang meminta baiya retribusi tempat wisata, gatau deh itu Legal atau Ilegal.
Daripada berantem cuma berdebat antara legal atau enggak, mending bayar aja. cuma 5000 aja kok hehehe
Perjalanan pun dilanjutkan.
Hampir dekat dengan tempat tujuan, kami meutuskan untuk menyewa jasa Guide.
Setelah nego harga yang panjang dan di oper sana sini dengan dribble yang cantik, akhirnya kami mendapat harga 330ribu untuk menyewa guide ke Pelaruga. yeeeyyyy!!!!!

Daaaaannnn..sampailah kami ke Pelaruga!
Sesampainya di Pelaruga, kami berjumpa dengan pemilik pos.
Oh ya sekedar informasi, jadi disana itu nanti banyak pos-pos yang menwarkan tempat-tempat yang berbeda. Dan rute perjalanannya pun berbeda.
Kami mendnegarkan tentang rute dan track menuju Air Terjun Tongkat, Kolam Kaca Abadi dan Air Terjun Toreh-Toreh. Jadi berdasarkan penjelasan, maka kami pun berganti pakaian karena rute yang bakal dilalui, bukan rute yang biasa dijumpai kalau main ke Mall.
Naik turun gunung!

Kami sepakat untuk pergi ke Air Terjun Tongkat.
Dan kata pemandu kami, itu sekitar 2 jam jalan kaki.
2 jam jalan kaki, naik turun gunung bayangin deh gimana rasanya. sakitnya tuh disiniiiiiii.... *tunjuk paha* ;;_____;;

Setelah ganti baju, maka perjalanan pun dimulai.
Leggo......

Sebelum berkelana kita foto dulu ^^
Awalnya track yang dilalui ga begitu susah karna cuma jalan datar dan agak menurun.
Tetapi setelah 5 menit berjalan maka track mendaki pun dimulai, dan inilah yang membuat kaki pegal-pegal.
Semangat '45 di awal pun seketika melempem! Melisah yang berdandan cantik berjilbab pun telah berumah menjadi ranger merah haha

fokus ke wanita berbaju merah!

Setelah 30 menit naik turun gunung, tempat pertama yang yang jumpai adalah Kolam Kaca Abadi.
Airnya beniiiiiing sebening air didalam Kaca, mungkin itu yang alasan kenapa namanya Kolam Kaca Abadi. Tapi sayang sungguh sayang, karna tujuan pertama itu ke Air Terjun Tongkat, Kolam Kaca Abadi cuma dilewati begitu aja, tanpa menyentuh airnya. kasian.

Kami ngelewati jembatan yang hanya terbuat dari 3 buah bambu, dan itu lumayan licin. Jadi harus pelan-pelan kalau masih mau punya kepala (haha kalau jatuh lumayan lah untuk buat gegar otak dan amnesia)
titi bambu yang harus dilewati

Setelah melewati jembatan, kami harus naik gunung yang udah dibuat semacam tangga gitu., udah gitu naik lagi lagi lagi dan lagi.
Naik loh ya, dan itu cukup menguras semua stok keringat yang ada. ish.
Tapi setelah 1 jam mendaki, akhirnya jumpa juga sama jalan datar. Dan itu rasanya susah diungkapin pake kata-kata. Coba bayangin deh, setelah 1 jam mendaki dan akhirnya ketemu jalan yang datar lagi itu gimana? Nah gitu juga yang aku rasain.

Jalan datar tadi tidak berlangsung lama saudara-saudara, setelahnya kami mendapati jalan yang lebih ekstrim. Iya ekstrim!! bukan es krim!
Inget kan tadi udah mendaki, namanya mendaki pasti bakal turun kan, nah ini dia yang ku maksud, kami harus melewati track menurun.
Nah track menurun ini lumayan licin karena hampir 90% itu jalannya menurun terus sampai ke air terjunnyan
Nah selama perjalanan ini kita harus melewati tangga dari bambu yang membentuk sudut 90 derajat!!
Jadi itu udah mirip spiderman yang lagi ngerayap di tembok (?) 
sebelum turun tetep harus foto ^^

Nah..ini dia tangganya.
kita harus menuruni skitar 50 anak tangga. harus konsentrasi kalo ga mau nyawa hilang, karena itu lumayan tinggi. Setelah menuruni anak tangga kita masih harus berjalan menurun untuk mencapai tempat.Daaannnn......
gitu sampe aku sama lele langsung nyebur, naluri anak muda yang liat air langsung bawaannya pengen nyebur haha

*kiri ke kanan* Dani Andi Masita Lele Aku Shandi - Air terjunnya mana???
 dan ternyata ini belum sampe ke air terjun tongkatnya haha kami masih sampe alirannya, jadi dari tempat kami berhenti ini harus naik lagi keatas skitar 5 menit. setelah makan dan istirahat sebentar, aku sama lele lanjut jalan lagi. tapi kami nempuh jalan yang ekstrim, yakni dari batu-batuan, mesti panjat sana sini di batu cadas yang keras.haha ternyata dr rombongan kami hanya kami berdua yang nempuh jalan itu, sedangkan yang lain menempuh jalan yang dianjurkan oleh guide kami.
Tapi ga masalah karena bakal nyampe ke air terjunnya. Dan gitu sampe kami langsung nyebur lagi haha.

Karena kami duluan sampejadilah hanya kami berdua yang masih didalam air.








 setelah puas main air di air terjun tongkat, kami kembali untuk tempat seterusnya, Kolam Kaca Abadi yang tadi kami lewati. TIDAK ada rute lain untuk kesana kecuali jalan yang sama yang kami lalui tadi, itu artinya harus naik tangga bambu tadi. Jalan terus menanjak, dan ditengah perjalan hujan turun, jadilah jalan yang dilalui semakin licin.
Setelah berhujan-hujanan dan merosot di jalan berlumpur, sampailah di Kolam Kaca Abadi.
Airnya bening seperti kaca, dari dalam airti kita bisa meliht dengan jelas kaki kita sendiri.
Sayangnya kami tidak membawa kamera bawah air dan tidak membawa plastik untuk meletakkan handphone sehingga bisa mengambil gambar dari dalam air. jadilah gambar yang diambil kualitasnya ga bagus. burem! Kasian  :(








 Karena hari sudah sore, kami tidak sempat ke air terjun toreh-toreh, jadi kami melanjutkan jalan untuk pulang.




Berakhirlah jalan-jalan The Garcias kali ini.
sampai jumpa di post selanjutnya kalau The Garcias melakukan petualangan lagi~

No comments:

Post a Comment